| Sektor pertanian yang merupakan salah satu sektor yang paling potensial di Jatiroto |
SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threads) merupakan metode yang kita gunakan dalam mendeskripsikan permasalahan yang ada di Kecamatan Jatiroto. Berikut tabel SWOT Kecamatan Jatiroto :
Strenght
|
Weakness
|
- 90% lahan di Kecamatan Jatiroto memiliki daya
dukung yang baik dalam penggunaan lahannya sebagai Sawah irigasi, Sawah Tadah
Hujan, Kebun, Pemukiman.
- Produksi
pertanian di beberapa desa di Kecamatan Jatiroto cukup tinggi
|
- Kecamatan
Jatiroto tidak dilalui oleh jalan kolektor primer (jalan negara) Wonogiri –
Ponorogo, menyebabkan Kecamatan Jatiroto mengalami ketimpangan dengan wilayah
di sekitarnya.
- Jaringan
jalan di Kecamatan Jatiroto masih banyak yang berlubang, terutama di bagian
timur.
- Kecamatan
Jatiroto masih bergantung pada kecamatan atau wilayah lain karena fungsi
perkotaan Kecamatan Jatiroto belum berfungsi secara optimal
- Pasar
Jatiroto belum dapat bersaing dengan Pasar Jatisrono dikarenakan manajemen
distribusi hasil pertanian yang kurang optimal.
- Belum
memiliki aksesibiltas jalan yang baik terutama di bagian selatan Kecamatan
Jatiroto.
- Desa-desa yang berada di bagian selatan masih belum mampu
dijangkau oleh sarana SMP dan SMA
-
Beberapa
desa masih belum terjangkau oleh sarana kesehatan yang ada di
Kecamatan Jatiroto
-
Kawasan pemukiman
yang terbangun di kawasan rawan longsor
|
Opportunity
|
Threat
|
- Jumlah
penduduk usia produktif tergolong banyak di Kecamatan
Jatiroto
|
- Tidak
adanya pengelolaan secara terpadu pada utilitas yang ada di Kecamatan
Jatiroto seperti air bersih, drainase, dan persampahan.
- Adanya
leakage tenaga kerja yang
mengakibatkan kurangnya pengelolaan potensi di Kecamatan Jatiroto
- Desa-desa yang cukup jauh dengan Pusat perkotaan
memenuhi kebutuhannya di desa atau kecamatan lain sehingga menimbulkan adanya
keterkaitan antar desa
- Banyaknya
penduduk yang memiliki tingkat pendapatan yang rendah
- Kecamatan
Jatiroto memiliki nilai total PDRB yang rendah berada pada peringkat ke 18
dari 25 kecamatan
- 47%
pendapatan penduduk Kelurahan Jatiroto dibawah UMR Kabupaten
- Petani
yang menjual hasil bumi ke tengkulak dengan kisaran harga 50% lebih kecil
jika dijual di pasaran
- Terhambatnya
return money dari peminjam modal
kepada pihak PNPM yang sampai saat ini sudah mencapai ±250 juta.
- Lokasi
Kecamatan Jatiroto dianggap sebagai wilayah “buntu”.
|
0 komentar: