![]() |
| Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Jatiroto (Sumber : doc Kelompok) |
Pengembangan pertanian di Kecamatan Jatiroto tahun 2024 diperlukan adanya konsep sehingga tujuan tersebut dapat diimplementasikan. Konsep yang diterapkan dalam pengembangan wilayah Jatiroto yaitu “Agrobisnis”. Agrobisnis merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. (Downey and Erickson, 1987). Pengembangan agrobisnis ini mencakup beberapa elemen didalamnya, diantaranya:
- Subsistem agrobisnis hulu (up stream agribusiness) meliputi produksi, pengadaan dan distribusiinput pertanian, peralatan dan mesin
- Subsistem usaha tani primer (on farm agribusiness) meliputi penanganan panen dan pascapanen, penjualan dan pemasaran produk primer pertanian
- Subsistem agrobisnis hilir (agroindustri) meliputi pengadaan bahan baku produk primer, pengolahan dan pemasaran produk antara dan produk akhir
- Subsistem layanan pendukung dan kebijakan meliputi fasilitas kredit dan asuransi, penyuluhan dan informasi pertanian, transportasi dan komunikasi, infrastruktur lokal dan nasional, penelitian dan pengembangan, serta lingkungan bisnis (makro ekonomi dan kebijakan khusus)
Agroindustri sebagai salah satu subsistem ketiga dari agrobisnis secara luas berbicara mengenai wilayah sebagai produsen dari industri rumahan, dimana agroindustri ini ditempatkan di wilayah sekitar kawasan perkotaan Jatiroto seperti Kelurahan Jatirejo yang unggul dengan industri kacang mete dan kawasan sekitarnya. Selain itu, untuk kawasan urban (perkotaannya), difungsikan sebagai kawasan agrobisnis dengan fungsi pusat kota sebagai CBD dan pusat perdagangan sebagai fasilitas untuk berkembangnya usaha pertanian yang ada, sehingga dengan pengunaan konsep ini, diharapkan dapat terciptanya integritas antara wilayah dan perkotaan di Jatiroto.
Konsep pengembangan kota untuk mendukung konsep wilayah Jatiroto (Agrobisnis) adalah “Intelligence Urbanism”. Kota dan wilayah memiliki hubungan yang cukup berkaitan dalam hal pengembangan ekonomi wilayah, dimana wilayah memiliki daya tarik untuk investasi produksi dan tenaga kerja, sedangkan kota memiliki daya tarik sebagai tempat pemasaran. Konsep ini ditempatkan bersamaan dengan smart city/konsep kota pintar. (Christopher Charles Benninger dalam The Principles of Intelligent Urbanism). Implementasi dari konsep ini berupa teknologi yang masuk kedalam sistem perkembangan kota dan berfungsi sebagai sarana bagi masyarakat untuk dapat mengembangkan faktor-faktor produksi. Pengembangan konsep Intelligence Urbanism di Perkotaan Jatiroto mencakup beberapa elemen diantaranya:
- Efisiensi dalam proses distribusi hasil Industri menempatkan perkotaan Jatiroto sebagai pusat kegiatan non pertanian dan pusat administrasi. Pada elemen ini konsep Intelligence terwujud pada bagaimana setiap hasil industri dapat dijual di pusat perkotaan Jatiroto dengan cara memperluas jangkauan pasar Jatiroto dan mengoperasikannya setiap hari. Selain itu efisiensi ini juga mendukung dalam memperpendek jalur produksi, distribusi dan pemasaran produk/jasa sehingga dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan. Dimana hal ini terwujud melalui pembentukan satuan partisipatif bagi pengembangan produk atau jasa secara spesifik yang dibangun di perkotaan.
- Akses bagi masyarakat terhadap modal, dan sarana prasarana dimana kota berperan sebagai stimulan ekonomi wilayah (Intelligence in Rural-Urban Linkage). Perkotaan menyediakan sarana prasarana pendukung kegiatan agrobisnis sebagai satuan partisipatif pengembangan ekonomi desa yang berada di perkotaan dalam bentuk koperasi (manajemen aliran uang dan modal) dan storage building (tempat penyimpanan) di pusat perkotaan.
- Pusat lembaga layanan pengembangan bisnis menjadikan perkotaan sebagai pusat lembaga intermediary, dengan memberikan layanan pengembangan bisnis sepeti layanan informasi dan layanan pelatihan pengembangan SDM dalam bentuk kerjasama antara pemerintah lokal dengan pihak swasta, sehingga dapat membawa dampak pada meningkatnya kualitas SDM Jatiroto.
Penerapan elemen yang ada pada konsep Intelligence Urbanism ini akan menjadikan perkotaan Jatiroto memiliki daya tarik sebagai tempat pemasaran hasil industri rumahan. Daya tarik ini terwujud dengan perkotaan sebagai pusat kegiatan yang dapat mengefisiensikan proses distribusi hasil industri, memberikan akses bagi masyarakat dalam modal dan sarana prasarana serta sebagai pusat lembaga layanan pengembangan bisnis, sehingga dapat menciptakan lingkungan ekonomi perkotaan Jatiroto yang efisien

terimakasih atas informasinya.
BalasHapus