TUJUAN PERENCANAAN JATIROTO


Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Perkotaan Jatiroto


Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada maka disusunlah tujuan perencanaan   Kecamatan Jatiroto secara keseluruhan, dalam jangka waktu perencanaan 10 (sepuluh) tahun (2014 – 2024) yaitu

“JATIROTO SEBAGAI WILAYAH PERTANIAN
YANG OPTIMAL TAHUN 2024”

Dengan tujuan aktifitas utama pertanian yang optimal berarti pengembangan kawasan pertanian yang tumbuh dan berkembang dapat melayani dan mendorong kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian (agrobisnis) di 
sekitarnya. Pertanian yang optimal disini dimaksudkan sebagai berikut :
  • Pelaku usaha pertanian atau kelompok tani sudah menguasai teknologi pengolahan hasil pertanian yang             lebih modern
  • Meningkatnya jumlah usaha pengolahan dan pemasaran hasil pertanian
  • Fluktuasi produksi dan harga jual hasil pertanian sudah stabil dan tidak lagi terjadi leakage sehingga hasil produksi pertanian dari Kecamatan Jatiroto sudah dapat bersaing dengan daerah lain di sekitarnya
  • Infrastruktur pemasaran produk pertanian sudah mendukung

Tujuan Jatiroto sebagai wilayah dengan aktifitas utama pertanian yang optimal ini dilatarbelakangi oleh kawasan pedesaan yang terdapat di Kecamatan Jatiroto perlu dikembangkan menjadi satu kesatuan pengembangan wilayah berdasarkan keterkaitan ekonomi antara desa-kota (urban-rural linkage) dan bersifat saling timbal balik yang dinamis. Hal ini diharapkan agar setiap potensi yang ada di Kecamatan Jatiroto terutama pada potensi pertanian bisa dikembangkan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kecamatan Jatiroto.
Selain itu untuk mengoptimalkan fungsi perkotaan yang ada di Kecamatan Jatiroto maka perlu dirumuskan suatu tujuan untuk mendukung terwujudnya Kecamatan Jatiroto sebagai salah satu wilayah yang memiliki kegiatan ekonomi yang optimal  di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2024. Tujuan perkotaan yang  direncanakan untuk meningkatkan peran dan fungsi perkotaan di Kecamatan Jatiroto adalah :

“Menjadikan Perkotaan Jatiroto Sebagai Pusat Distribusi Untuk Mendukung Kegiatan Agrobisnis di Tahun 2024”

Dengan adanya tujuan perencanaan tersebut diharapkan fungsi perkotaan Jatiroto dapat mewadahi kegiatan pertanian yang ada. Hal ini dilatarbelakangi tidak adanya wadah untuk menampung potensi-potensi di setiap desa/kelurahan di Kecamatan jatiroto. Sehingga harapannya potensi-potensi pertanian yang ada dapat terkomodir dengan pengelolaan yang optimal untuk mencegah adanya leakage yang terjadi di Kecamatan Jatiroto saat ini.
Sasaran yang perlu dicapai dalam mewujudkan tujuan perkotaan tersebut antara lain:

  • Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan di perkotaan Jatiroto sehingga aksesibilitas dari pusat kota Jatiroto dengan desa-desa yang ada dapat berjalan dengan baik
  • Meningkatnya penyediaan dan jangkauan pelayanan sarana dan prasarana di perkotaan Jatiroto sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya serta pengembangan potensi pertanian
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan potensi pertanian dan industri rumahan
  • Peningkatan fungsi dan peran Kelurahan Jatiroto sebagai pusat distribusi dan pusat kota
  • Tersedianya spesialisasi kawasan sebagai kawasan produksi, kawasan distribusi dan kawasan pendukung (bahan baku). Sehingga dapat meningkatkan keterkaitan antar kawasan
  • Peningkatan peran lembaga/insitusi pemerintahan sebagai stimulan, pendamping dan jembatan antara masyarakat dengan investor.


Untuk dapat mewujudkan tujuan perencanaan Kecamatan Jatiroto tahun 2024 yang bermuara pada bagaimana menciptakan Kecamatan Jatiroto sebagai wilayah pertanian yang optimal, diperlukan suatu bentuk struktur kota yang mendukung pola perkembangan ruang yang nantinya akan berdampak pada pola aliran barang yang terdapat di wilayah perencanaan Kecamatan Jatiroto. Kedepannya, struktur ruang kecamatan Jatiroto akan diarahkan menjadi kota yang Monocentris/Konsentris. Teori konsentris ini mengemukakan bahwa pusat kota yang terletak ditengah wilayah perkotaan berperan sebagai CBD yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi budaya dan politik atau dengan kata lain zona yang memiliki derajat aksesibilitas yang tinggi. Pusat kota yang direncanakan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu  Kelurahan Jatiroto dan Desa Duren. Pusat Kelurahan Jatiroto sudah tersedia pasar yang berskala kecamatan yang disediakan untuk melayani Kecamatan Jatiroto secara keseluruhan, namun karena budaya yang sudah berkembang di Kecamatan Jatiroto pasar yang ada hanya beroperasi pada hari-hari tertentu sehingga adanya pasar ini belum optimal untuk menampung penjualan hasil pertanian setiap harinya dan
belum dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat setempat.
Maka kedepannya, di wilayah CBD ini, terbagi kedalam 2 (dua) kegiatan yaitu Retail Bussiness District (RBD) dan storage building. Pada kegiatan RBD ini, kegiatan dominannya berupa pertokoan, perkantoran, pasar dan jasa yang beroperasi setiap hari sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menampung distribusi pertanian. Sebaliknya untuk storage building didominasi oleh kegiatan penyimpanan bahan dan hasil industri kecil rumahan yang ada di wilayah Jatiroto. Storage building ini diperlukan untuk mendukung aktivitas pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Jatiroto, yaitu untuk menyimpan bahan baku dan hasil olahan pertanian agar terkontrol dan dapat menstabilkan harga jual hasil pertanian. Selanjutnya, dilapis kedua pada struktur kota konsentris ini adalah area transisi, yaitu perumahan pekerja yang terletak di Desa Duren dan sekitarnya. Zona ketiga yaitu, permukiman/hunian menengah, dan zona keempat adalah zona komuter dan permukiman yang lebih luas (diluar wilayah deliniasi perkotaan).

1 komentar:

  1. Entah kenapa saya tertarik membaca tulisan2 di blog ini. Apa karena saya putra daerah asli Jatiroto ya hehe
    "Wilayah Pertanian Optimal"
    Hmm yaaa SETUJU sekali, tapi dalam kenyataannya nanti mungkin bakal sulit dilakukan. Karena apa? balik lagi ke SDM. Fasilitas dan akses pendidikan yang saat ini masih kurang jadi persoalan utama. Ada SMKN barupun jurusannya Perbankan n RPL, ya moga saja nantinya ada jurusan Pertanian ato Agrobisnis. ditambah lagi kesadaran generasi selanjutnya. Banyak pemuda disana memilih untuk pergi ke rantau mengadu nasib di kota. Menjadi buruh, tukang batu, dan pedagang lebih menarik minat para pemudanya. Tapi minat terakhir yaitu "dagang" (mie ayam & bakso yg pling populer) mungkin bisa jadi harapan perencanaan kalian mewujudkan industri agrobisnis di kecamatan ini. Paling tidak minat mereka akan tumbuh dari situ, tapi jarang juga pemuda yang move on buka lapak sendiri buat dagang -_-". Padi, jagung, singkong, kacang, cengkeh ini memang jadi komodity utama di Wonogiri bahkan mungkin paling dibutuhkan di Indonesia, tapi sayang lebih menarik jadi buruh pabrik di kota. Atau mungkin kalo bisa mengadakan komodity pertanian baru leebih menarik kali ya? atau lahan2 garapan penduduk yg luas2 ini dimanfaatkan untuk peternakan? sayang saya sendiri kesulitan menganalisisnya, maklum keterbatasan ilmu hehe
    Jangan lupa juga dampak Lingkungan yang nanti ditimbulkan. Jatiroto masuk kedalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang yang jadi hulu S.Bengawan Solo dan Waduk Gajah Mungkur. Aliran secara langsung melewati 4 Kec. sebelum waduk, Slogohimo, Jatiroto, Sidoarjo, n Ngadirojo. DAS Keduang penyumbang sedimentasi tebesar, hampir 40% di W. Gajah Mungkur. Penyebabnya banyak erosi akibat pengolahan lahan pertanian yang tidak sesuai kaidah konservasi. Umur rencana 100th waduk sekarang diprediksi +- 30th. Banjir di 18 daerah yg dilewati B.Solo mungkin karena ini. Tapi semua itu Insyallah bisa dicari solusinya :)
    Yap keren! thanks a lot dimanapun kalian berada, yg sudah menjadikan daerah kami sebagai bahan tugas kalian. semoga sukses

    BalasHapus